Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kaligrafer Jamal Al-din Yaqut Al-Musta’shimi

Jamal al-din yaqut al-musta’shimi. Dia ialah kaligrafer global bernama al-syaikh jamal al-din yaqut al-musta’shimi al-thawasyi al-baghdadi (wafat 698 h/1298 m). Dalam riwayat lain dia disebutkan bernama lengkap abu durr amin al-din yaqut al-musta’shimi ibn abd allah yg mempunyai julukan jamaluddin dengan panggilan abu durr atau abu al-majid. Ia merupakan seorang kepala perpustakaan al-mustansyiriyah pada baghdad.


Berdasarkan encyclopedia of arabic civilization, yaqut keturunan suatu famili yunani berasal amasia (turki utara) yang dijual sebagai budak ke baghdad. Beliau kemudian dimerdekakan oleh khalifah almusta’shim billah (1242-1258 m), khalifah terakhir dinasti abbasiyah. Oleh khalifah menambahkan “al-musta’shimi” pada namanya. Oleh khalifah memerintahkan supaya beliau dilatih pada bidang sastra serta seni menulis indah. 

Disamping dia seseorang kaligrafer yang kedudukannya setara dengan ibnu muqlah dan ibnu bawwab dia juga dikenal sebagai seorang penyair serta sastrawan. Ia sudah sudah menyusun sejumlah buku dan membagikan ketekunan yang luar biasa menjadi pakar kaligrafi khalifah. Ketekunannya ini amat tersohor sehingga konon dia sudah menulis al-qur’an 1001 kali, ungkapan itu dimaksudkan buat berkata bahwa dia sudah banyak menulis.

Muridnya sangat banyak dan tulisannya dinamai yaquti yang mengikut namanya dan  digunakan sebagai patokan untuk ketika yg lama. Tulisannya memeiliki kemiripan dengan tulisanm ibnu bawwab yaitu pada khat naskhi yg spesial. Ia hayati selama beberapa tahun setelah penaklukan kota baghdad serta pembunuhan khalifah (1258), wafat di baghdad tahun 1298. Beberapa tulisannya disimpan pada kairo, istanbul dan  paris, termasuk dua buah al-qur’an yang komplit. Tulisannya dianggap mengandung beberapa kesamaan dengan naskhi persia berikutnya yang agak kaku, dan mungkin adalah transisi untuk tipe itu.

Yaqut mengembangkan metode baru pada sistem penulisan huruf arab, disamping membangun gaya goresan pena baru (yaquti). Gaya ini dicermati mengungguli seluruh gaya. Dalam adat penulisan, yaqut memelopori penulisan dengan rabat bambu miring yg memberikan dampak kelembutan dan  keindahan lebih tepat. Lewat kejeniusannya, gaya tsulusi berkembang sebagai bentuk ornamental, kaya menggunakan variasi hiasan. 

Prestasi luar biasa yaqut memungkinkannya menjadi penuntun kaligrafer setelahnya, terutama para kaligrafer turki usmani mirip hamdullah al-amasi, hafidz usman dan  mustafa raqim. Mereka menyebut yaqut menjadi qiblah al-kuttab (kiblatnya para kaligrafer) atau dalam istilah inggrisnya model of the calligrapher. Yaqut populer menggunakan falsafahnya perihal kaligrafi: al-khaththu handasatun ruhaniyyatun dhaharat bi alatin jusmaaniyyatin (kaligrafi artinya geometri spiritual yg diekspresikan melalui indera kebendaan).

Di masa yaqut, perkembangan kaligrafi sempat terhenti sang jatuhnya baghdad di bawah pasukan tentara mongol pimpinan hulagu khan. Namun dalam saat kurang dari setengah abad, perkembangan itu pulih balik, berkat kegigihan kaum muslimin saat itu serta dukungan pemerintahan bekas jajahan bergelar khan II (penguasa suku yg segera memeluk islam).

Post a Comment for "Kaligrafer Jamal Al-din Yaqut Al-Musta’shimi"